Sabtu, 21 April 2012

PROSEDUR PENCATATAN HARGA POKOK PERSEDIAAN YANG DIBELI

1.      Bagian Produksi:
-          Membuat daftar bahan baku rangkap 2 dan dokumen no. 1 di simpan sebagai arsip.
-          Menghubungi supplier dan memberikan list BB.
-          Menerima Bahan Baku dari Manajemen Keuangan.
2.      Manajemen Keuangan:
-          Menerima Surat Tagihan beserta barang dari Supplier.
-          Melakukan pembayaran dengan membuat surat Bukti Pembayaran lunas rangkap 3 dan menyimpan dokumen n0. 1 di arsip.
-          Mencatat HPP persediaan
3.      Supplier
-          Menerima daftar bahan baku dari bagian produksi.
-          Melakukan pengecekan persediaan stok sesuai dengan list.
-          Menginformasikan persediaan barang yang dipesan telah habis dengan membuat dokumen informasi barang tidak tersedia.
-          Menyiapkan BB yang dipesan.
-          Membuat Surat Tagihan rangkap 2 dan menyimpan dokumen no.1 di arsip dan dokumen no 2 diberikan kepada manajemen keuangan.
-          Menerima bukti pembayaran lunas dari manajemen keuangan.

PROSEDUR PENCATATAN HARGA POKOK PRODUKSI JADI YANG DIJUAL

1.      Produksi:
-          Membuat data biaya BB, biaya overhead, biaya lain-lain untuk kebutuhan produksi.
-          Membuat total biaya produksi berupa dokumen dan memberikan kepada manajemen keuangan.
2.      Manajemen Keuangan:
-          Menentukan harga pokok produksi untuk dijual.
-          Harga pokok produksi yang dibuat dalam bentuk dokumen diberikan kepada pimpinan.
-          Menentukan harga poko produksi yang layak/fix.
-          Memberikan list haga pokok produksi yang telah direvisi kepada pimpinan.


3.      Pimpinan:
-          Membuat data harga poko produksi (fix) 2 rangkap, menyimpan dokumen no.2 di arsip.
-          Menyetujui list daftar harga pokok produksi yang direvisi oleh manajemen keuanga dan menyimpan dokumen no.2 di arsip.

PROSEDUR PENCATATAN BARANG JADI

1.      Bagian Produksi:
-          Setelah bahan baku diolah, barang jadi dikirim ke gudang.
2.      Gudang:
-          Menerima barang jadi.
-          Barang jadi dikirimkan ke bagian QC.
-          Menerima BB pre sale.
-          Mencatat barang jadi pre sale.
-          Menyimpan barang jadi pre sale
-          Menerima lis tidak layak dijual dan memberikan menyimpannya di gudang.
3.      Quality Control:
-          Menerima barang jadi dari bagian gudang untuk melakukan pengecekan.
-          Mengecek kualitas barang layak dijual atau tidak.
-          Melakukan pencatatan barang yang layak dijual dan tidak layak dijual masing-masing rangkap 2 dan menyimpan dokumen no 1 sebagai arsip.
-          Barang yang tidak layak dijual diberikan kepada bagian gudang beserta list.
-          List barang jadi yang layak dijual diberikan kepada bagian packing beserta dengan barang.
4.      Bagian Packing:
-          Menerima barang yang layak dijual beserta list.
-          Mengemas barang jadi yang layak dijual.
-          Memberikan lebel pada barang.
-          Mengirimkan barang jadi pre sale ke bagian gudang untuk disimpan dan menunggu pesanan dari pelanggan